Sabtu, 31 Desember 2016

The Most Playboy And A Cold Girl

PART 1

Saat aku berjalan,  aku tahu bahwa mereka tengah memperhatikan ku. Hanya saja, ketika aku melihat ke arah mereka,  mereka langsung memalingkan muka, pura-pura tidak tahu. Ah, ini konyol sekali. Aku tahu,  aku memang sangat cuek,  dan dingin, juga pendiam.
Tetapi,  apakah aku terlihat menakutkan? Dengan wajah seimut, selugu, dan secantik ini ? Meskipun juga, sedingin es di kutub utara. Oh, iya, aku baru sadar, tatapan mataku yang tajam laksana elang ini, yang mungkin saja telah membuat mulut mereka terkunci rapat. Bahkan hanya untuk sekedar menyapa hai atau hallo pun, mereka tidak berani.
Oh ya ampun, sampai kapan aku akan menjomblo ? Kalau mereka saja takut pada ku, apa ada yang mau dengan ku ? Yang seperti ini ?
Aku selalu menjalani hari ku, dengan santai dan gembira. Meski terkadang seperti membohongi diri sendiri. Karena selalu bertindak berbeda dengan apa yang aku rasakan. Tetapi mau bagaimana lagi, meskipun akau sedih, aku masih saja mampu untuk tersenyum dan tertawa,  seolah tidak merasakan apa-apa. Itulah aku, yang tidak pernah mengambil perasaan dan memikirkan nya. Belakangan aku mendapat gelar The Most Cold Girl. Karena saking cuek dan dinginnya. Ohh,,,, apakah akau seburuk itu ? Menyebalkan sekali!
Pagi ini aku berangkat ke sekolah jalan kaki. Hey, bukankah memang seperti itu setiap harinya ?
 Ya, aku selalu jalan kaki ke sekolah, pulang dan pergi. Aku tidak suka merepotkan siapapun, apa lagi seorang kekasih.
Bukankah  aku  memang tidak mempunyai seorang kekasih ? Jadi, kenapa harus khawatir ? Ah, aku hanya berharap saja mempunyai seorang kekasih yang perfect.
Aku sampai di pintu gerbang sekolah sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi. Memang ini kebiasaanku, selalu datang siang.
Tetapi ini sangat menyenangkan, saat datang ke sekolah, dengan rasa percaya diri, dan ada beberapa teman yang kita miliki, dan mereka tidak palsu. Meskipun hanya sedikit. Sangat bersyukur sekali! Kau tidak hidup sendiri di dunia ini. Karena pada dasarnya, manusia saling membutuhkan dan tergatung satu sama lain.
Aku tipe orang yang tidak suka basa-basi, dan simpel. Jadi, saat aku memasuki ruang kelas yang aku lakukan adalah menaruh tas kemudiaan duduk. Tidak  bergosip sama sekali. Karena tidak tertarik.
 Tetapi, entah kenapa pagi ini rasanya berbeda sekali. Seperti sedang ada berita hangat yang sangat  menarik. Hingga rasa penasaran ku mengalahkan ego dan prinsip ku.  Sebuah suara tengah menceritakan rumor yang tengah beredar dengan sangat bersemangat. Aku pun mendekati nya, dan mulai menguping seperti beberapa temanku yang lain.
 “Hei, apakah kalian tahu ? Mr.X sudah dapat korban baru lagi” ungkap Windy si ratu gosip.
“Maksudmu korban ? Pembunuhan begitu ? Ya ampun dunia sudah tidak aman ” timpal Sari.
“Buat apa aku membicarakan seorang pembunuh, hah ? Ini itu tentang The Most Playboy di sekolah kita. Apa kau belum mendengar beritanya Sar ? ” ucap Windy dengan agak jengkel.
“Oh… sorry sorry, kalo itu sih  emang  baru denger. Kan kamu  yang serba tahu begituan Win, bukan aku  jadi aku ga salah dong ?”  bela Sary santai.
“Hei, kalian ngeributin apa sih ? Boleh tahu ngga ? ” tanyaku.
“Hei. Kemari, duduklah. Cold Queen ! Akan aku ceritakan kisah nyata yang sangat mengagumkan ini untuk mu, ratu ”. Kelakar Windy.
“Kau tahu Win. Tidak lucu, you know ! ”. Jawab ku dengan nada dingin dan agak sarkasme. Yang sebenarnya aku pun tertawa di dalam hati, melihat tingkah konyolnya dan tingkah ku sendiri.
“Hahahah, Cuma bercanda Ry. Aku tidak bermaksud apa-apa. Begini, denger-denger nih ya, The Most Playboy kita beberapa hari yang lalu, udah nemu korban baru. Katanya  sih dari kelas X. Ya jelas lah, kan secara gitu yah, anak kelas X kan masih polos-polos tuh kan yah, jadi wajar kena perangkap Ka Agus. Ops, sorry, aku nyebutin namanya”  ujarnya menjelaskan dengan satu tarikan nafas, yang membuat dia terlihat  seperti baru saja lari marathon.
“Wow, good story . The best rumor. Ckckck ” kagumku dengan singkat. Lalu berlalu begitu saja dari tempat mereka bergosip.
“Ry, aku rasa kamu cocok deh sama Ka Agus. Bayangkan yah, The Most Cold Girl an The Most Playboy jadi sepasang kekasih. Wow, amazing. Aku dukung deh 100% hehe.. ”canda nya sambil meledek.
“Maksud mu ?” seraya menatap nya dingin.
“Eh, ga maksud apa-apa hehe” jawab Windy takut-takut.

Aku tidak habis fikir, kenapa Windy sampai mengatakan hal seperti itu pada ku. Entah melihat dari apa dia itu, sampai-sampai mengatakan bahwa aku dengan Mr.Playboy itu cocok. Ugh ! Dengan agak jengkel, aku pergi ke toilet. Rasa mual itu mulai ku rasakan. Entah kenapa kalau pagi hari, aku selalu mual, dan tidak jarang tiba-tiba mengeluarkan bunyi ueekkk  di depan teman-teman lalu setelahnya wajahku pucat pasi, tetapi masih saja tersenyum kecut kearah mereka yang melihat ku dengan heran. Oh tenang man, aku tidak hamil kok. Sungguh deh!
Aku selalu berfikir, apakah umurku tidak panjang ? Jika aku mulai merasakan beberapa tubuhku terasa sakit mendadak.  Rasanya aku selalu berfikir tentang kematian, bahwa itu sangat dekat dengan ku. Tetapi , memang begitu kan ? Kematian itu hanya satu langkah di depan kita. Namun, karena kesadaran akan itu aku jadi mempunyai tujuan dalam hidupku, aku jadi tahu apa yang harus aku lakukan ke depan nya dalam hidupku. Aku jadi berusaha dengan sekuat dan semampuku untuk sukses di usia muda. Membanggkan orang tua ku, dan membuat bangga mereka dengan sukses nya hidupku, di usia muda.
Saat aku akan kembali kedalam kelas, bel masuk tepat berbunyi. Dan tidak sengaja aku melihat Ka Agus sedang berjalan di koridor kelasku, menuju kelasnya di bangunan belakang. Melihatnya, aku jadi teringat dengan cerita tentang dia tadi pagi. Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa laki-laki seperti dia yang tampan,  dan kalau ngomong tidak pakai perasaan, tetapi suka tebar pesona, dan memberi harapan palsu ke tiap gadis yang cantik menurut kategorinya. Benar-benar di laur nalar ku.
Mungkin seseorang akan merubahnya nanti. Ah, apa perduliku. Jangan sampai aku termakan omongan ngelanturnya Windy deh, bahaya itu.
Setiap hari aku terbiasa sendiri, aku bukannya tidak mempunyai seorang teman pun di dunia ini. Hanya saja aku lebih nyaman melakukan setiap apa yang aku lakukan sendiri.
Seperti sekarang, aku tidak tahu Mela dan Sari teman dekatku itu pergi kemana, jadi aku berjalan sendiri ke kantin. Setelah meliarkan mata ke segala penjuru kantin, akhirnya aku menemukan tempat yang masih kosong untuk ku duduki.
Saat aku baru saja mendaratkan pantatku di bangku kantin, tiba-tiba  The Most Playboy datang menghampiri. Kalau di lihat dari raut wajahnya, dia seperti mau menyapa, atau mengatakan sesuatu. Maklumlah, aku juga  sedikit banyak mengenal dia, pernah ngobrol juga dengan nya. Dia juga salah satu anggota Dewan di sekolahku. Difikir-fikir, dia memang manis juga sih. Ish.. apaan sih. Kok aku jadi mikirin dia sih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar