PART 2
Ada
yang tak biasa dari senyum di wajahnya, binar di mata nya, dan cara dia
menatapku. Ahahahaha.... cuek saja kalo di perhatikan begitu. Palingan balas
natap dan pasang muka datar. Kalau sudah seperti itu, apa tidak kabur para
fans itu hahaha. Lagi-lagi tetap tidak perduli. Kau ini Ry, sombong sekali. Oh
tidak, maaf maaf aku bukannya sombong tapi ntah kenapa hawa dingin dari diri
ini tidak bisa damai dengan para
fans itu hahahah. Yahhh... tanda-tanda jomblo lumutan ini kayaknya, cuek. Mana
ada yang mahu hahaha.
Okelah, ada orang berkata : hidup itu jangan di bawa
tegang, tapi dibawa santai. Kaya aku, super santai plus berantakan hehehe.
Hari ini ada pertandingan Foot Ball Inter Class, dan semua tim nya dari
anak-anak Otomotif. Karena laki-laki di sekolahku mayoritas anak Otomotif.
So... kenapa aku bisa tahu tentang pertandingan nya ? Karena aku anak OSIS, yang
super sibuk apa lagi sebagai bendahara. Oya
ngomong-ngomong bendahara , pernah kemarin ada event yang lumayan besar dan itu adalah event rutin, karena sebagai bendahara itu lumayan vital dalam sebuah organisasi karena urusannya dengan uang. Terpaksa aku bawa tas kecil kemana mana, tas tersebut berisi uang untuk kegiatan. Hihi.. kalau dilihat-lihat seperti tukang kredit loh, sampa-sampai tamu dari daerah juga meledek, hehe. Aku cuma bisa tersenyum bahagia, konyol tapi menyenangkan.
ngomong-ngomong bendahara , pernah kemarin ada event yang lumayan besar dan itu adalah event rutin, karena sebagai bendahara itu lumayan vital dalam sebuah organisasi karena urusannya dengan uang. Terpaksa aku bawa tas kecil kemana mana, tas tersebut berisi uang untuk kegiatan. Hihi.. kalau dilihat-lihat seperti tukang kredit loh, sampa-sampai tamu dari daerah juga meledek, hehe. Aku cuma bisa tersenyum bahagia, konyol tapi menyenangkan.
Seperti
hal nya event Foot Ball Inter Class ini, kemana aku pergi pasti di cari. Jadi
aku duduk diam di pinggir lapangan, sambil memetik tanaman liar yang bisa di
jadikan pewarna kuku.
“Ry,,
ngapain duduk sendirian ?” sapa seseorang di samping kananku.
“Oh..
mak kau,, copot,, ish,, ka ngapain sih tiba-tiba muncul, kenapa ngga salam dulu
kek, untung ngga mati duduk, gara-gara serangan jantung” omelku memarahinya.
Dan dia hanya diam, sambil mengambil posisi duduk, dengan gaya sok cool nya
yang menyebalkan.
Kalian
mahu tahu siapa tadi yang muncul tiba-tiba seperti jalangkung? Datang tak di
undang, pulang tak di antar ? Heh... dia itu The Most Playboy yang aku ceritakan. Okelah sebut
saja Kak Agus. Laki-laki dengan senyum manis, (hoax) haha.. dan tubuh setinggi lebih
dari 160 cm, hidung mancung, mata yang lirik sana sini serta julukan playboy cap finger. Dia baru saja menyapaku dengan sangat tidak sopan. Ah,, tidak usah kaget
begitu, dia memang seperti itu orangnya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
“Oya,
Ry, kamu punya pacar ngga sih? Nyari yang kaya apa sih? Cowo mah banyak lagi,
tuh liat, mereka itu semua cowo bukan banci, apa mau aku carikan ? Aku punya
banyak temen loh, mau ?” tanya Ka Agus.
“Wess...
bawel banget sih, kalo cuma mau buat gaduh, cari tempat lain aja, hussss”
balasku tidak menanggapi pertanyaan konyolnya itu.
“Aku
serius lohh..” ucap nya.
“Tapi,
sayangnya aku ngga minat hahaha....”
jawabku acuh.
Dia
hanya tertegun, dan malah curhat tentang kejadian yang kemarin dia alami. Aku
hanya mendengarkan dan menimpali beberapa kali. Ternyata bisa di ajak ngobrol
juga ini orang.
Yang
aku tidak habis fikir, kenapa dia seperti agen biro jodoh saja, padahal kan dia
juga belum bisa setia. Buktinya sering sekali berganti-ganti kekasih. Ah,
manusia aneh. Terus lebih aneh lagi, dia selalu menjodohkan aku dengan
teman-temannya. Memang kalau tidak
pacaran itu buat orang penasaran apa gimana sih ? Apa lagi orangnya kaya aku
ini, mungkin yah, mungkin, sekali petik dapat 5 gitu hehehehe. Bercanda... ya
sudahlah atau jangan-jangan dia naksir aku lagi. Hahahah... bercanda lagi. Oke fans !!! Hihihi.
Jujur,
aku tidak pernah berminat dengan yang namanya pacaran, sejak sebelum aku
mengenal cinta, sampai aku benar-benar terjebak dalam cinta. Untungnya saat aku
terjebak dalam cinta, kita tidak terikat dalam status pacaran, meski seperti
gantungan, kami tidak saling menyakiti. Pada awalnya.
Tapi ada masa dimana kami saling menyakiti, karena tiada lagi tersisa sebuah kepercayaan.
Tapi ada masa dimana kami saling menyakiti, karena tiada lagi tersisa sebuah kepercayaan.
Jadi,
ku putuskan tidak akan mendekati hal-hal yang akan menjurus ke pacaran. Singkat
nya, aku mempunyai beberapa alasan yang membuat aku menjomblo sampai detik ini.
Pertama.. Ibu ku adalah ibu yang lumayan galak, dan sensintif jika menyangkut
tentang pacaran. Beliau mengancam akan memberhentikan sekolahku, jika aku
pacaran. Hahaha sadis...!! Ke dua, aku
memang tidak tertarik, banyak sisi negatif yang aku lihat, dan dari pengalaman
hubungan gantung saja sudah dapat dirasakan. Ke tiga, aku hmmmm.... sedang
menyiapkan diri untuk mencapai cita-cita mulia itu. Eaaaa.... hahaha.
Kalau
di tanya, pernahkah aku jatuh cinta ? Jawabannya, rahasia, hehehe. Yang pasti,
aku ini remaja yang berjiwa merah muda, jadi sudah beberapa kali merasakan falling in love, wkwkwk. Itu sesuatu yang
wajar bukan ? Hanya saja aku selalu menyimpan rapi semua itu dalam buku diary
ataupun lembaran hati yang paling dasar. Hehehehe. Namun, baru-baru ini
bisikan syaiton telah menembus batas zona nyamanku. Yang membuatku terhanyut
dalam sungai cinta berarus kasih sayang, berair
dilema, duhh tidak nyambung ya ?
Hehehe.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
“Ry,
kamu mau nggak jadi kekasih sehidup semati saya?” ucap seorang lelaki yang wajahnya
ditimpa cahaya begitu menyilaukan.
“Aaaapaaa?
Maksudnya?” jawabku gugup.
“Menikahlah
denganku,,,” pintanya bersungguh-sungguh.
“(Lari)
Makkk belum mau nikah,, huaaa” akhirnya aku mampu meloloskan diri darinya. Tetapi
tadi itu siapa, kok wajahnya tidak jelas ya? Dari suara sih, sepertinya aku
kenal.
Byurrrr
!!!
“Kok
tiba-tiba hujan sih ? Kan tadi lagi cerah banget langitnya” batinku.
“Ry...
bangun, telat nanti ke sekolahnya” suara Emak membahana persis di telinga.
“Aishhheh,,
ternyata tadi itu mimpi. Syukur Alhamdulillah.. serem” ucapku pelan.
“Kamu
bilang apa? Cepet mandi, sudah siang begini anak perawan baru bangun, kalah
sama ayam” omel Emak.
“Iyee,,
Mak. Hehehe” ini juga sudah basah kuyup Mak, lanjutku dalam hati, kalau
menggerutu lagi bakal kena jewer pagi-pagi hihi.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Seberapa
pantas untuk ku banggakan. Jiahhh... pagi-pagi sudah bersenandung, rasanya itu
indah. Masih mampu tersenyum dan melangkahkan kaki ke sekolah lagi. Semoga
tidak ada kejadian aneh bin ajaib hari ini.
“Ry,,,
tungguin bentar, ada salam lohh dari Ka Agus” perasaan dia belum juga sejajar
langkahnya denganku, kok lancar aja ngomong. Batinku.
“Waalaikumsallam..”
jawabku datar.
“Lohh(?)”
bengong Windy.
“Apa?
Ada yang salah ?” Aku.
“Cuma
gitu?” tanya Windy.
“Iya,
emang harus gimana? Terbang sambil bilang wow gitu? Bukan gue banget ! Jangan
terjebak sama sikapnya yang manis. Ntar kena diabetes baru tahu rasa. Baru dah
berobat, sana-sini curhat hahaha.” Itu jawaban
paling tepat yang aku lontarkan, waspada-waspada!! Sepertinya aku target
selanjutnya . Hmmm... Percaya diri banget yah aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar