Minggu, 08 Januari 2017

The Most Playboy And A Cold Girl Part 2

PART 2
Ada yang tak biasa dari senyum di wajahnya, binar di mata nya, dan cara dia menatapku. Ahahahaha.... cuek saja kalo di perhatikan begitu. Palingan balas natap dan pasang muka datar. Kalau sudah seperti itu, apa tidak kabur para fans itu hahaha. Lagi-lagi tetap tidak perduli. Kau ini Ry, sombong sekali. Oh tidak, maaf maaf aku bukannya sombong tapi ntah kenapa hawa dingin dari diri ini tidak  bisa damai  dengan para fans itu hahahah. Yahhh... tanda-tanda jomblo lumutan ini kayaknya, cuek. Mana ada yang mahu hahaha.
Okelah,  ada orang berkata : hidup itu jangan di bawa tegang, tapi dibawa santai. Kaya aku, super santai plus berantakan hehehe. Hari ini ada pertandingan Foot Ball Inter Class, dan semua tim nya dari anak-anak Otomotif. Karena laki-laki di sekolahku mayoritas anak Otomotif. So... kenapa aku bisa tahu tentang pertandingan nya ? Karena aku anak OSIS, yang super sibuk apa lagi sebagai bendahara. Oya 
ngomong-ngomong bendahara , pernah kemarin ada event yang lumayan besar dan itu adalah event rutin, karena sebagai bendahara itu lumayan vital  dalam sebuah organisasi karena urusannya dengan uang. Terpaksa aku bawa tas kecil kemana mana, tas tersebut berisi uang untuk kegiatan. Hihi.. kalau dilihat-lihat seperti tukang kredit loh, sampa-sampai tamu dari daerah juga meledek, hehe. Aku cuma bisa tersenyum bahagia,  konyol tapi menyenangkan.  
Seperti hal nya event Foot Ball Inter Class ini, kemana aku pergi pasti di cari. Jadi aku duduk diam di pinggir lapangan, sambil memetik tanaman liar yang bisa di jadikan pewarna kuku.
“Ry,, ngapain duduk sendirian ?” sapa seseorang di samping kananku.
“Oh.. mak kau,, copot,, ish,, ka ngapain sih tiba-tiba muncul, kenapa ngga salam dulu kek, untung ngga mati duduk, gara-gara serangan jantung” omelku memarahinya. Dan dia hanya diam, sambil mengambil posisi duduk, dengan gaya sok cool nya yang menyebalkan.
Kalian mahu tahu siapa tadi yang muncul tiba-tiba seperti jalangkung? Datang tak di undang, pulang tak di antar ? Heh... dia itu The Most Playboy yang aku ceritakan. Okelah sebut saja Kak Agus. Laki-laki dengan senyum manis, (hoax) haha.. dan tubuh setinggi lebih dari 160 cm, hidung mancung, mata yang lirik sana sini serta julukan playboy cap finger. Dia baru saja menyapaku dengan sangat tidak sopan. Ah,, tidak usah kaget begitu, dia memang seperti itu orangnya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Oya, Ry, kamu punya pacar ngga sih? Nyari yang kaya apa sih? Cowo mah banyak lagi, tuh liat, mereka itu semua cowo bukan banci, apa mau aku carikan ? Aku punya banyak temen loh, mau ?” tanya Ka Agus.
“Wess... bawel banget sih, kalo cuma mau buat gaduh, cari tempat lain aja, hussss” balasku tidak menanggapi pertanyaan konyolnya itu.
“Aku serius lohh..” ucap nya.
“Tapi, sayangnya aku ngga minat hahaha....”  jawabku acuh.
Dia hanya tertegun, dan malah curhat tentang kejadian yang kemarin dia alami. Aku hanya mendengarkan dan menimpali beberapa kali. Ternyata bisa di ajak ngobrol juga ini orang.
Yang aku tidak habis fikir, kenapa dia seperti agen biro jodoh saja, padahal kan dia juga belum bisa setia. Buktinya sering sekali berganti-ganti kekasih. Ah, manusia aneh. Terus lebih aneh lagi, dia selalu menjodohkan aku dengan teman-temannya.  Memang kalau tidak pacaran itu buat orang penasaran apa gimana sih ? Apa lagi orangnya kaya aku ini, mungkin yah, mungkin, sekali petik dapat 5 gitu hehehehe. Bercanda... ya sudahlah atau jangan-jangan dia naksir aku lagi. Hahahah... bercanda lagi. Oke fans !!! Hihihi.

Jujur, aku tidak pernah berminat dengan yang namanya pacaran, sejak sebelum aku mengenal cinta, sampai aku benar-benar terjebak dalam cinta. Untungnya saat aku terjebak dalam cinta, kita tidak terikat dalam status pacaran, meski seperti gantungan, kami tidak saling menyakiti. Pada awalnya. 
Tapi ada masa dimana kami saling menyakiti, karena tiada lagi tersisa sebuah kepercayaan.
Jadi, ku putuskan tidak akan mendekati hal-hal yang akan menjurus ke pacaran. Singkat nya, aku mempunyai beberapa alasan yang membuat aku menjomblo sampai detik ini. Pertama.. Ibu ku adalah ibu yang lumayan galak, dan sensintif jika menyangkut tentang pacaran. Beliau mengancam akan memberhentikan sekolahku, jika aku pacaran. Hahaha sadis...!!  Ke dua, aku memang tidak tertarik, banyak sisi negatif yang aku lihat, dan dari pengalaman hubungan gantung saja sudah dapat dirasakan. Ke tiga, aku hmmmm.... sedang menyiapkan diri untuk mencapai cita-cita mulia itu. Eaaaa.... hahaha.
Kalau di tanya, pernahkah aku jatuh cinta ? Jawabannya, rahasia, hehehe. Yang pasti, aku ini remaja yang berjiwa merah muda,  jadi sudah beberapa kali merasakan  falling in love, wkwkwk. Itu sesuatu yang wajar bukan ? Hanya saja aku selalu menyimpan rapi semua itu dalam buku diary ataupun lembaran hati yang paling dasar. Hehehehe. Namun, baru-baru ini bisikan syaiton telah menembus batas zona nyamanku. Yang membuatku terhanyut dalam sungai cinta berarus kasih sayang, berair  dilema, duhh  tidak nyambung ya ? Hehehe. 
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
“Ry, kamu mau nggak jadi kekasih sehidup semati saya?” ucap seorang lelaki yang wajahnya ditimpa cahaya begitu menyilaukan.
“Aaaapaaa? Maksudnya?” jawabku gugup.
“Menikahlah denganku,,,” pintanya bersungguh-sungguh.
“(Lari) Makkk belum mau nikah,, huaaa” akhirnya aku mampu meloloskan diri darinya. Tetapi tadi itu siapa, kok wajahnya tidak jelas ya? Dari suara sih, sepertinya aku kenal.
Byurrrr !!!
“Kok tiba-tiba hujan sih ? Kan tadi lagi cerah banget langitnya” batinku.
“Ry... bangun, telat nanti ke sekolahnya” suara Emak membahana persis di telinga.
“Aishhheh,, ternyata tadi itu mimpi. Syukur Alhamdulillah.. serem” ucapku pelan.
“Kamu bilang apa? Cepet mandi, sudah siang begini anak perawan baru bangun, kalah sama ayam” omel Emak.
“Iyee,, Mak. Hehehe” ini juga sudah basah kuyup Mak, lanjutku dalam hati, kalau menggerutu lagi bakal kena jewer pagi-pagi hihi.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 
Seberapa pantas untuk ku banggakan. Jiahhh... pagi-pagi sudah bersenandung, rasanya itu indah. Masih mampu tersenyum dan melangkahkan kaki ke sekolah lagi. Semoga tidak ada kejadian aneh bin ajaib hari ini.
“Ry,,, tungguin bentar, ada salam lohh dari Ka Agus” perasaan dia belum juga sejajar langkahnya denganku, kok lancar aja ngomong. Batinku.
“Waalaikumsallam..” jawabku datar.
“Lohh(?)” bengong Windy.
“Apa? Ada yang salah ?” Aku.
“Cuma gitu?” tanya Windy.
“Iya, emang harus gimana? Terbang sambil bilang wow gitu? Bukan gue banget ! Jangan terjebak sama sikapnya yang manis. Ntar kena diabetes baru tahu rasa. Baru dah berobat, sana-sini curhat hahaha.”  Itu jawaban paling tepat yang aku lontarkan, waspada-waspada!! Sepertinya aku target selanjutnya . Hmmm... Percaya diri banget yah aku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar