Cara mengobati luka hati adalah mendekatkan diri kepada Nya, mendalami ilmu tauhid, meski sedikit demi sedikit, tetapi mendapatkan ilmu dari yang di pelajari itu lebih baik. Daripada belajar banyak cuma untuk mendapat nilai bagus, tetapi tidak mendapatkan ilmunya. Oya satu lagi. Kebersamaan dengan oraang terdekat kita, juga dapat memulihkan hati yang luka loh. Hehehe.
Ternyata memang benar bahwa obat hati yang dirundung pilu itu adalah kesibukan dan juga kebersamaan bersama keluarga dan teman. Kebahagiaan, tertawa, bercanda, semua itu dapat di peroleh dari sekitar kita. Contohnya saja, tadi sore, di Bank BKK tempatku melaksanakan prakerin. Agak konyol memang, tetapi itulah cara mereka pegawai BKK merilekskan otak yang seharian bekerja. Mengurusi kredit pinjaman, melayani nasabah yang menabung atau menyetor setoran pinjaman, pokoknya, semua pegawai di sana memiliki tugas masing-masing yang kalau belum terbiasa bisa menyebabkan pusing tujuh keliling. Kaya saya hihihi.
Tadi siang saja, Kaka yang dari SMK lain, ntah lagi kurang fokus, pilek, atau melamun, sampai salah. Lahh,, aku yang lagi ikutin dia,ya cuma bengong. Wong belumu tahu apa-apa. Haduh, aku jadi merasa tidak enak.
Oya,ngomong-ngomong tentang bahagia. Mungkin saja orang yang terlihat dari luar bahagia, tersenyum, tertawa, malah bisa menyimpan cerita duka yang dalam. Jadi, jika orang tersebut pandai sekali menutupi kesedihannya, mungkin saja dia itu sudah terbiasa dengan sikapnya itu. Malahan ada yang didakwa kalau dia mengidap kepribadian ganda. Waduhh.. parah juga yah ? Ah, sakit sekali kalau didakwa seperi itu. Tetapi mungkin memang apa yang orang lihat itu benar kali yah ? Kan yang menilai kita bukan kita sendiri tapi orang lain.
Oya, aku ngga tahu apa lagi yang akan dibahas mengenai bahagia, soalnya tiba-tiba stuck macet nih ilhamnya. Hehehe.
Ngomong-ngomong nih, aku suka banget loh, sama bakso, saus, kerupuk apa lagi. Hehehe. Peace.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar