Rabu, 11 Januari 2017

Menjauh

Menjauh 
Lirik lagu tanpa Chord By: Wury

Selama aku tahu
Langkah ini tak salah
Selama aku mampu
Mengitari dunia

Tak usah
Kau perdulikan aku
Ku dapat, jalani hari tanpamu

Tak usah
Engkau khawatir
Jika memang engkau sayang
Biarkan lah aku pergi
Tuk obati luka hati
Apakah, kau tak bisa
Lihat diriku yang kau lukai
Apakah, kau tak bisa
Menyadari cinta ini
Sedalam yang kau tanam
Sesakit yang kau sayat

Jangan hiraukan aku
Ku dapat, jalani hari tanpamu
Meski, kau tak disini
Kau tak temani
Hariku lagi


Aku yang memilih pergi
Aku yang meminta tuk menjauh
Aku yang telah berpaling
Dari cinta semu ini

Tapi. Salahkah.....
Bila ku menyimpan rindu 
Padamu.....
Kenangan terindah......
Kenangan ter-indah......


Happy Is Your

Cara mengobati luka hati adalah mendekatkan diri kepada Nya, mendalami ilmu tauhid, meski sedikit demi sedikit, tetapi mendapatkan ilmu dari yang di pelajari itu lebih baik. Daripada belajar banyak cuma untuk mendapat nilai bagus, tetapi tidak mendapatkan ilmunya. Oya satu lagi. Kebersamaan dengan oraang terdekat kita, juga dapat memulihkan hati yang luka loh. Hehehe.

Ternyata memang benar bahwa obat hati yang dirundung pilu itu adalah kesibukan dan juga kebersamaan bersama keluarga dan teman. Kebahagiaan, tertawa, bercanda, semua itu dapat di peroleh dari sekitar kita. Contohnya saja, tadi sore, di Bank BKK tempatku melaksanakan prakerin. Agak konyol memang, tetapi itulah cara mereka pegawai BKK merilekskan otak yang seharian bekerja. Mengurusi kredit pinjaman, melayani nasabah yang menabung atau menyetor setoran pinjaman, pokoknya, semua pegawai di sana memiliki tugas masing-masing yang kalau belum terbiasa bisa menyebabkan pusing tujuh keliling. Kaya saya hihihi.

Tadi siang saja, Kaka yang dari SMK lain, ntah lagi kurang fokus, pilek, atau melamun, sampai salah. Lahh,, aku yang lagi ikutin dia,ya cuma bengong. Wong belumu tahu apa-apa. Haduh, aku jadi merasa tidak enak.

 Oya,ngomong-ngomong tentang bahagia. Mungkin saja orang yang terlihat dari luar bahagia, tersenyum, tertawa, malah bisa menyimpan cerita duka yang dalam. Jadi, jika orang tersebut pandai sekali menutupi kesedihannya, mungkin saja dia itu sudah terbiasa dengan sikapnya itu. Malahan ada yang didakwa kalau dia mengidap kepribadian ganda. Waduhh.. parah juga yah ? Ah, sakit sekali kalau didakwa seperi itu. Tetapi mungkin memang apa yang orang lihat itu benar kali yah ? Kan yang menilai kita bukan kita sendiri tapi orang lain.

Oya, aku ngga tahu apa lagi yang akan dibahas mengenai bahagia, soalnya tiba-tiba stuck macet nih ilhamnya. Hehehe.

Ngomong-ngomong nih, aku suka banget loh, sama bakso, saus, kerupuk apa lagi. Hehehe. Peace.

Senin, 09 Januari 2017

Warisan Yang Tersisa


"Motivasi Sederhana"

Perkenalkan, namaku tak seindah asmaMU. Sederhana. Itu yang dapat aku lihat dari sebaris namaku, yang hanya terdiri atas 8 huruf. Pernah iseng-iseng aku googling dan mencari tahu arti namaku. Dan ternyata artinya adalah perempuan yang membawa kedamaian. ☺☺Semoga saja benar yah. Hehehe.

Aku sendiri tidak tahu asal-usul nama tersebut muncul. Yang pasti itu adalah warisan dan pemberian terindah dari Ayahku. Karena apalah arti sebuah nama, jika sebagus apapun nama tersebut di berikan kepada seseorang, tetapi orang tersebut tidak bisa menjaga nya. Bukankah itu termasuk amanah juga? 

Lalu, kenapa kita malah menodai, mencoreng nama kita sendiri, dengan perbuatan kita. Bukankah sekalinya kita dicap buruk, akan selamanya terlihat buruk. Butuh waktu lama untuk memulihkannya lagi, dan pasti harus banyak melakukan hal-hal baik, perubahan. Jadi, jagalah nama kita supaya tidak tercoreng noda keburukan, dan untuk menunjukan rasa cinta dan hormat kita kepada orangtua kita.

Itu memang hal kecil, tapi dari hal kecil yang kita lakukan dan terbiasa, kita akan mendapatkan hal baru untuk di pelajari. Jangan pernah malu, jika kamu hanya dapat melakukan hal kecil dalam hidupmu. Karena sesuatu yang besar akan berawal dari yang paling kecil.

                                                                        Semangat !! 

Minggu, 08 Januari 2017

The Most Playboy And A Cold Girl Part 2

PART 2
Ada yang tak biasa dari senyum di wajahnya, binar di mata nya, dan cara dia menatapku. Ahahahaha.... cuek saja kalo di perhatikan begitu. Palingan balas natap dan pasang muka datar. Kalau sudah seperti itu, apa tidak kabur para fans itu hahaha. Lagi-lagi tetap tidak perduli. Kau ini Ry, sombong sekali. Oh tidak, maaf maaf aku bukannya sombong tapi ntah kenapa hawa dingin dari diri ini tidak  bisa damai  dengan para fans itu hahahah. Yahhh... tanda-tanda jomblo lumutan ini kayaknya, cuek. Mana ada yang mahu hahaha.
Okelah,  ada orang berkata : hidup itu jangan di bawa tegang, tapi dibawa santai. Kaya aku, super santai plus berantakan hehehe. Hari ini ada pertandingan Foot Ball Inter Class, dan semua tim nya dari anak-anak Otomotif. Karena laki-laki di sekolahku mayoritas anak Otomotif. So... kenapa aku bisa tahu tentang pertandingan nya ? Karena aku anak OSIS, yang super sibuk apa lagi sebagai bendahara. Oya 
ngomong-ngomong bendahara , pernah kemarin ada event yang lumayan besar dan itu adalah event rutin, karena sebagai bendahara itu lumayan vital  dalam sebuah organisasi karena urusannya dengan uang. Terpaksa aku bawa tas kecil kemana mana, tas tersebut berisi uang untuk kegiatan. Hihi.. kalau dilihat-lihat seperti tukang kredit loh, sampa-sampai tamu dari daerah juga meledek, hehe. Aku cuma bisa tersenyum bahagia,  konyol tapi menyenangkan.  
Seperti hal nya event Foot Ball Inter Class ini, kemana aku pergi pasti di cari. Jadi aku duduk diam di pinggir lapangan, sambil memetik tanaman liar yang bisa di jadikan pewarna kuku.
“Ry,, ngapain duduk sendirian ?” sapa seseorang di samping kananku.
“Oh.. mak kau,, copot,, ish,, ka ngapain sih tiba-tiba muncul, kenapa ngga salam dulu kek, untung ngga mati duduk, gara-gara serangan jantung” omelku memarahinya. Dan dia hanya diam, sambil mengambil posisi duduk, dengan gaya sok cool nya yang menyebalkan.
Kalian mahu tahu siapa tadi yang muncul tiba-tiba seperti jalangkung? Datang tak di undang, pulang tak di antar ? Heh... dia itu The Most Playboy yang aku ceritakan. Okelah sebut saja Kak Agus. Laki-laki dengan senyum manis, (hoax) haha.. dan tubuh setinggi lebih dari 160 cm, hidung mancung, mata yang lirik sana sini serta julukan playboy cap finger. Dia baru saja menyapaku dengan sangat tidak sopan. Ah,, tidak usah kaget begitu, dia memang seperti itu orangnya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Oya, Ry, kamu punya pacar ngga sih? Nyari yang kaya apa sih? Cowo mah banyak lagi, tuh liat, mereka itu semua cowo bukan banci, apa mau aku carikan ? Aku punya banyak temen loh, mau ?” tanya Ka Agus.
“Wess... bawel banget sih, kalo cuma mau buat gaduh, cari tempat lain aja, hussss” balasku tidak menanggapi pertanyaan konyolnya itu.
“Aku serius lohh..” ucap nya.
“Tapi, sayangnya aku ngga minat hahaha....”  jawabku acuh.
Dia hanya tertegun, dan malah curhat tentang kejadian yang kemarin dia alami. Aku hanya mendengarkan dan menimpali beberapa kali. Ternyata bisa di ajak ngobrol juga ini orang.
Yang aku tidak habis fikir, kenapa dia seperti agen biro jodoh saja, padahal kan dia juga belum bisa setia. Buktinya sering sekali berganti-ganti kekasih. Ah, manusia aneh. Terus lebih aneh lagi, dia selalu menjodohkan aku dengan teman-temannya.  Memang kalau tidak pacaran itu buat orang penasaran apa gimana sih ? Apa lagi orangnya kaya aku ini, mungkin yah, mungkin, sekali petik dapat 5 gitu hehehehe. Bercanda... ya sudahlah atau jangan-jangan dia naksir aku lagi. Hahahah... bercanda lagi. Oke fans !!! Hihihi.

Jujur, aku tidak pernah berminat dengan yang namanya pacaran, sejak sebelum aku mengenal cinta, sampai aku benar-benar terjebak dalam cinta. Untungnya saat aku terjebak dalam cinta, kita tidak terikat dalam status pacaran, meski seperti gantungan, kami tidak saling menyakiti. Pada awalnya. 
Tapi ada masa dimana kami saling menyakiti, karena tiada lagi tersisa sebuah kepercayaan.
Jadi, ku putuskan tidak akan mendekati hal-hal yang akan menjurus ke pacaran. Singkat nya, aku mempunyai beberapa alasan yang membuat aku menjomblo sampai detik ini. Pertama.. Ibu ku adalah ibu yang lumayan galak, dan sensintif jika menyangkut tentang pacaran. Beliau mengancam akan memberhentikan sekolahku, jika aku pacaran. Hahaha sadis...!!  Ke dua, aku memang tidak tertarik, banyak sisi negatif yang aku lihat, dan dari pengalaman hubungan gantung saja sudah dapat dirasakan. Ke tiga, aku hmmmm.... sedang menyiapkan diri untuk mencapai cita-cita mulia itu. Eaaaa.... hahaha.
Kalau di tanya, pernahkah aku jatuh cinta ? Jawabannya, rahasia, hehehe. Yang pasti, aku ini remaja yang berjiwa merah muda,  jadi sudah beberapa kali merasakan  falling in love, wkwkwk. Itu sesuatu yang wajar bukan ? Hanya saja aku selalu menyimpan rapi semua itu dalam buku diary ataupun lembaran hati yang paling dasar. Hehehehe. Namun, baru-baru ini bisikan syaiton telah menembus batas zona nyamanku. Yang membuatku terhanyut dalam sungai cinta berarus kasih sayang, berair  dilema, duhh  tidak nyambung ya ? Hehehe. 
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
“Ry, kamu mau nggak jadi kekasih sehidup semati saya?” ucap seorang lelaki yang wajahnya ditimpa cahaya begitu menyilaukan.
“Aaaapaaa? Maksudnya?” jawabku gugup.
“Menikahlah denganku,,,” pintanya bersungguh-sungguh.
“(Lari) Makkk belum mau nikah,, huaaa” akhirnya aku mampu meloloskan diri darinya. Tetapi tadi itu siapa, kok wajahnya tidak jelas ya? Dari suara sih, sepertinya aku kenal.
Byurrrr !!!
“Kok tiba-tiba hujan sih ? Kan tadi lagi cerah banget langitnya” batinku.
“Ry... bangun, telat nanti ke sekolahnya” suara Emak membahana persis di telinga.
“Aishhheh,, ternyata tadi itu mimpi. Syukur Alhamdulillah.. serem” ucapku pelan.
“Kamu bilang apa? Cepet mandi, sudah siang begini anak perawan baru bangun, kalah sama ayam” omel Emak.
“Iyee,, Mak. Hehehe” ini juga sudah basah kuyup Mak, lanjutku dalam hati, kalau menggerutu lagi bakal kena jewer pagi-pagi hihi.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 
Seberapa pantas untuk ku banggakan. Jiahhh... pagi-pagi sudah bersenandung, rasanya itu indah. Masih mampu tersenyum dan melangkahkan kaki ke sekolah lagi. Semoga tidak ada kejadian aneh bin ajaib hari ini.
“Ry,,, tungguin bentar, ada salam lohh dari Ka Agus” perasaan dia belum juga sejajar langkahnya denganku, kok lancar aja ngomong. Batinku.
“Waalaikumsallam..” jawabku datar.
“Lohh(?)” bengong Windy.
“Apa? Ada yang salah ?” Aku.
“Cuma gitu?” tanya Windy.
“Iya, emang harus gimana? Terbang sambil bilang wow gitu? Bukan gue banget ! Jangan terjebak sama sikapnya yang manis. Ntar kena diabetes baru tahu rasa. Baru dah berobat, sana-sini curhat hahaha.”  Itu jawaban paling tepat yang aku lontarkan, waspada-waspada!! Sepertinya aku target selanjutnya . Hmmm... Percaya diri banget yah aku.





Sabtu, 31 Desember 2016

The Most Playboy And A Cold Girl

PART 1

Saat aku berjalan,  aku tahu bahwa mereka tengah memperhatikan ku. Hanya saja, ketika aku melihat ke arah mereka,  mereka langsung memalingkan muka, pura-pura tidak tahu. Ah, ini konyol sekali. Aku tahu,  aku memang sangat cuek,  dan dingin, juga pendiam.
Tetapi,  apakah aku terlihat menakutkan? Dengan wajah seimut, selugu, dan secantik ini ? Meskipun juga, sedingin es di kutub utara. Oh, iya, aku baru sadar, tatapan mataku yang tajam laksana elang ini, yang mungkin saja telah membuat mulut mereka terkunci rapat. Bahkan hanya untuk sekedar menyapa hai atau hallo pun, mereka tidak berani.
Oh ya ampun, sampai kapan aku akan menjomblo ? Kalau mereka saja takut pada ku, apa ada yang mau dengan ku ? Yang seperti ini ?
Aku selalu menjalani hari ku, dengan santai dan gembira. Meski terkadang seperti membohongi diri sendiri. Karena selalu bertindak berbeda dengan apa yang aku rasakan. Tetapi mau bagaimana lagi, meskipun akau sedih, aku masih saja mampu untuk tersenyum dan tertawa,  seolah tidak merasakan apa-apa. Itulah aku, yang tidak pernah mengambil perasaan dan memikirkan nya. Belakangan aku mendapat gelar The Most Cold Girl. Karena saking cuek dan dinginnya. Ohh,,,, apakah akau seburuk itu ? Menyebalkan sekali!
Pagi ini aku berangkat ke sekolah jalan kaki. Hey, bukankah memang seperti itu setiap harinya ?
 Ya, aku selalu jalan kaki ke sekolah, pulang dan pergi. Aku tidak suka merepotkan siapapun, apa lagi seorang kekasih.
Bukankah  aku  memang tidak mempunyai seorang kekasih ? Jadi, kenapa harus khawatir ? Ah, aku hanya berharap saja mempunyai seorang kekasih yang perfect.
Aku sampai di pintu gerbang sekolah sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi. Memang ini kebiasaanku, selalu datang siang.
Tetapi ini sangat menyenangkan, saat datang ke sekolah, dengan rasa percaya diri, dan ada beberapa teman yang kita miliki, dan mereka tidak palsu. Meskipun hanya sedikit. Sangat bersyukur sekali! Kau tidak hidup sendiri di dunia ini. Karena pada dasarnya, manusia saling membutuhkan dan tergatung satu sama lain.
Aku tipe orang yang tidak suka basa-basi, dan simpel. Jadi, saat aku memasuki ruang kelas yang aku lakukan adalah menaruh tas kemudiaan duduk. Tidak  bergosip sama sekali. Karena tidak tertarik.
 Tetapi, entah kenapa pagi ini rasanya berbeda sekali. Seperti sedang ada berita hangat yang sangat  menarik. Hingga rasa penasaran ku mengalahkan ego dan prinsip ku.  Sebuah suara tengah menceritakan rumor yang tengah beredar dengan sangat bersemangat. Aku pun mendekati nya, dan mulai menguping seperti beberapa temanku yang lain.
 “Hei, apakah kalian tahu ? Mr.X sudah dapat korban baru lagi” ungkap Windy si ratu gosip.
“Maksudmu korban ? Pembunuhan begitu ? Ya ampun dunia sudah tidak aman ” timpal Sari.
“Buat apa aku membicarakan seorang pembunuh, hah ? Ini itu tentang The Most Playboy di sekolah kita. Apa kau belum mendengar beritanya Sar ? ” ucap Windy dengan agak jengkel.
“Oh… sorry sorry, kalo itu sih  emang  baru denger. Kan kamu  yang serba tahu begituan Win, bukan aku  jadi aku ga salah dong ?”  bela Sary santai.
“Hei, kalian ngeributin apa sih ? Boleh tahu ngga ? ” tanyaku.
“Hei. Kemari, duduklah. Cold Queen ! Akan aku ceritakan kisah nyata yang sangat mengagumkan ini untuk mu, ratu ”. Kelakar Windy.
“Kau tahu Win. Tidak lucu, you know ! ”. Jawab ku dengan nada dingin dan agak sarkasme. Yang sebenarnya aku pun tertawa di dalam hati, melihat tingkah konyolnya dan tingkah ku sendiri.
“Hahahah, Cuma bercanda Ry. Aku tidak bermaksud apa-apa. Begini, denger-denger nih ya, The Most Playboy kita beberapa hari yang lalu, udah nemu korban baru. Katanya  sih dari kelas X. Ya jelas lah, kan secara gitu yah, anak kelas X kan masih polos-polos tuh kan yah, jadi wajar kena perangkap Ka Agus. Ops, sorry, aku nyebutin namanya”  ujarnya menjelaskan dengan satu tarikan nafas, yang membuat dia terlihat  seperti baru saja lari marathon.
“Wow, good story . The best rumor. Ckckck ” kagumku dengan singkat. Lalu berlalu begitu saja dari tempat mereka bergosip.
“Ry, aku rasa kamu cocok deh sama Ka Agus. Bayangkan yah, The Most Cold Girl an The Most Playboy jadi sepasang kekasih. Wow, amazing. Aku dukung deh 100% hehe.. ”canda nya sambil meledek.
“Maksud mu ?” seraya menatap nya dingin.
“Eh, ga maksud apa-apa hehe” jawab Windy takut-takut.

Aku tidak habis fikir, kenapa Windy sampai mengatakan hal seperti itu pada ku. Entah melihat dari apa dia itu, sampai-sampai mengatakan bahwa aku dengan Mr.Playboy itu cocok. Ugh ! Dengan agak jengkel, aku pergi ke toilet. Rasa mual itu mulai ku rasakan. Entah kenapa kalau pagi hari, aku selalu mual, dan tidak jarang tiba-tiba mengeluarkan bunyi ueekkk  di depan teman-teman lalu setelahnya wajahku pucat pasi, tetapi masih saja tersenyum kecut kearah mereka yang melihat ku dengan heran. Oh tenang man, aku tidak hamil kok. Sungguh deh!
Aku selalu berfikir, apakah umurku tidak panjang ? Jika aku mulai merasakan beberapa tubuhku terasa sakit mendadak.  Rasanya aku selalu berfikir tentang kematian, bahwa itu sangat dekat dengan ku. Tetapi , memang begitu kan ? Kematian itu hanya satu langkah di depan kita. Namun, karena kesadaran akan itu aku jadi mempunyai tujuan dalam hidupku, aku jadi tahu apa yang harus aku lakukan ke depan nya dalam hidupku. Aku jadi berusaha dengan sekuat dan semampuku untuk sukses di usia muda. Membanggkan orang tua ku, dan membuat bangga mereka dengan sukses nya hidupku, di usia muda.
Saat aku akan kembali kedalam kelas, bel masuk tepat berbunyi. Dan tidak sengaja aku melihat Ka Agus sedang berjalan di koridor kelasku, menuju kelasnya di bangunan belakang. Melihatnya, aku jadi teringat dengan cerita tentang dia tadi pagi. Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa laki-laki seperti dia yang tampan,  dan kalau ngomong tidak pakai perasaan, tetapi suka tebar pesona, dan memberi harapan palsu ke tiap gadis yang cantik menurut kategorinya. Benar-benar di laur nalar ku.
Mungkin seseorang akan merubahnya nanti. Ah, apa perduliku. Jangan sampai aku termakan omongan ngelanturnya Windy deh, bahaya itu.
Setiap hari aku terbiasa sendiri, aku bukannya tidak mempunyai seorang teman pun di dunia ini. Hanya saja aku lebih nyaman melakukan setiap apa yang aku lakukan sendiri.
Seperti sekarang, aku tidak tahu Mela dan Sari teman dekatku itu pergi kemana, jadi aku berjalan sendiri ke kantin. Setelah meliarkan mata ke segala penjuru kantin, akhirnya aku menemukan tempat yang masih kosong untuk ku duduki.
Saat aku baru saja mendaratkan pantatku di bangku kantin, tiba-tiba  The Most Playboy datang menghampiri. Kalau di lihat dari raut wajahnya, dia seperti mau menyapa, atau mengatakan sesuatu. Maklumlah, aku juga  sedikit banyak mengenal dia, pernah ngobrol juga dengan nya. Dia juga salah satu anggota Dewan di sekolahku. Difikir-fikir, dia memang manis juga sih. Ish.. apaan sih. Kok aku jadi mikirin dia sih.


Senin, 19 Desember 2016

Pertama

Aku hening melihat perbedaan. Aku diam memikirkan kebenaran. Kala kebaikan seiring dengan keburukan. Kebaikan Insyaalloh akan menang. Meski prasangka tak pernah lelah membuat hati goyah.

Andaikan waktu dapat ku putar kembali. Tak akan aku lontarkan seribu kata yang menyakitkan hati. Orang sebaik mereka. Meski nyatanya aku memang ragu. Tetapi, tak bisakah aku tepis rasa ragu itu dan mencoba untuk membuat orang lain bahagia, dan merasa di hargai ?

Seribu kali kenangan yang tercipta. Akan aku simpan meski itu tidak semuanya kebahagiaan. Meski itu bukan seluruhnya kenanganku. Karena ada kenangan orang lain bersamanya. Aku bertugas menjaga kenangan orang lain tersebut agar tetap dalam kebaikan. Bukankah kita harus selalu mengenang kebaikan, meski pernah ada keburukan yang tercipta ?